Fenomena Dilan Hingga Awkarin – Kemajuan Teknologi dan Refleksi Diri Untuk Mahasiswa



 Munculnya karya sastra yang berjudul Dilan memberikan warna baru di dunia nyata maupun maya. Romantisme kehidupan sepasang kekasih yang diwarnai dengan tingkah menggelitik dari sang maestro bernama Dilan membuat hati Milea dan pecandunya tersipu bahagia. Ilustrasi yang dihadirkan sang penulis Pidi Baiq benar-benar membuat pola pikir anak muda menjurus ke arah tingkah laku dari Dilan dan Milea. Tidak buruk, tetapi akan menjadi tantangan luar biasa bagi para lelaki yang ingin membahagiakan wanitanya ataupun mencari tambatan hatinya. Mengapa demikian? Diluar sifatnya yang tidak suka dikekang, Dilan sangatlah sempurna dalam urusan membuat wanita tersenyum bahagia.
            “Hey para lelaki, sudah jangan dekati wanita-wanita pecandu Dilan. Berat, kamu tidak akan kuat. Biar aku saja.”
            Sebagai mahasiswa yang memiliki mimpi besar, sudah semestinya fenomena Dilan tidak hanya dipandang sebagai hiburan semata. Lebih dari itu, banyak faktor magis yang secara tidak sadar membumbui kesuksesan Dilan dalam merebut pasar seni dan hiburan. Pendekatan yang dilakukan untuk mempopulerkan Dilan harus kita cermati secara sungguh-sungguh. Untuk apa? Tidak inginkah kita memiliki karya besar seperti Pidi Baiq yang dapat menginspirasi hampir seluruh anak muda di Indonesia?
            Mahasiswa harus identik dengan karya. Karya yang dimaksud adalah sesuatu yang diciptakan dengan tujuan memberikan warna baru demi kemajuan bangsa. Tidaklah muluk-muluk, karena masa depan bangsa memang ada di punggung mahasiswa. Jika mahasiswanya diam, sudah hampir pasti bangsa ini akan terdiam juga dan kembali terjajah oleh bangsa-bangsa lain. Sudah cukup memori bangsa kita dipenuhi dengan kelamnya penjajahan. Tidak untuk disesali, namun sudah sepantasnya dipelajari agar tidak terulang kembali.
        Berkarya tidak melulu melalui novel mendayu seperti Dilan, namun ketenaran dan efek inspiratif seperti Dilan harus kita contoh agar karya yang kita ciptakan terdengar dan berdampak baik bagi kehidupan. Memang tidak mudah, tapi bukan berarti kamu tidak akan kuat. Semangat, ketekunan, dan pantang menyerah akan menjadi jalan menuju kesuksesan, meskipun banyak faktor lain juga yang harus kita manfaatkan.
Dilan menjadi begitu populer karena gebrakannya yang tidak hanya puas menguasai pasar novel. Film adopsi dari novel Dilan akan memanjakan kelompok anak muda yang malas atau tidak gemar membaca. Kemajuan teknologi dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk menembus pasar-pasar potensial. Cara inilah yang harus kita lakukan dalam membuat karya serta mengemasnya menjadi sesuatu yang menarik dan diterima. Teknologi tidak boleh kita singkirkan dari nafas dan aliran darah kita.
          Aktivitas berkarya yang cukup menarik dan menjanjikan adalah melalui tulisan, video, musik, ataupun bisnis yang berbasis teknologi. Sebagai contoh, Raditya Dika adalah seorang komedian sukses yang mengawali karyanya dengan menjadi penulis blog. Kemudian Karin Novilda (Awkarin), selebgram terkenal yang mulai meroket karena karyanya di youtube berupa vlog (video blog). Lalu ada Hanin Dhiya, jebolan ajang pencarian bakat menyanyi ini tetap eksis karena sangat memanfaatkan dunia maya untuk mempopulerkan suara merdunya. Terakhir, siapa yang tidak mengetahui aplikasi Go-Jek? Tidak perlu dijelaskan, kita semua sudah mengetahui betapa teknologi menjadi kunci kesuksesan Nadiem Makarim mengembangkan bisnis transportasinya.
            Dibalik kesuksesan anak muda diatas, ada banyak faktor yang mendukung aktivitasnya dalam berkarya. Seperti yang sudah ditekankan, teknologi benar-benar menjadi ujung tombak dalam mempopulerkan karya mereka masing-masing. Salah satu wujud teknologi yang pasti digunakan adalah perangkat laptop. Notebook atau laptop yang mumpuni tentu akan menjadi sahabat karib bagi kita yang ingin dan akan berkarya. Namun tidak sembarang perangkat laptop bisa digunakan untuk mewujudkan karya-karya “gila” anak muda. Performa yang mumpuni harus tersaji agar kreativitas tidak dibatasi oleh kemampuan kerja dari laptop yang digunakan.
          Brand laptop ternama di Indonesia dan Asia Tenggara kini hadir untuk menjawab problematika teknologi yang muncul di kalangan anak muda. ASUS seakan mendengar kebutuhan
mahasiswa yang kian hari kian meninggi dengan meluncurkan versi terbarunya yaitu ASUS X555QG. Notebook ini sangat ideal untuk para mahasiswa dan pelajar. Mengapa demikian? ASUS X555QG dibekali prosesor quad core untuk mengolah sistem komputasi dan informasi. Accelerated Processing Unit atau APU yang dipasang di perangkat ini adalah AMD APU A12-9720P dengan kecapatan standar di angka 2,7 GHz dan dapat mencapai kecepatan maksimum hingga 3,6 GHz. Kapasitas RAM yang disajikan oleh perangkat ini adalah 8 GB dengan memberikan konfigurasi dual channel pada memory controller yang akan meningkatkan performa multitasking dan gaming. Perangkat ini dapat melakukan kerja 2 kali lebih cepat dibandingkan dengan komputer yang hanya menggunakan sistem single channel. Jika kita ingin menambah inspirasi atau sekedar berimajinasi saembari berkarya, ASUS X555QG dilengkapi dengan layar yang beresolusi HD (1366x768) dengan luas 15,6 inci. Resolusi tersebut sudah sangat nyaman untuk berinteraksi dengan konten multimedia seperti menonton film maupun editing foto dan video.
            Sudah tidak usah terlalu panjang, kamu tidak akan kuat melihat hebatnya perangkat ini, biar aku saja. Pada intinya ASUS X555QG sangat tepat untuk dijadikan sahabat berkarya dan mewujudkan masa depan yang luar biasa bagi bangsa. Segala kebutuhan seperti menulis, editing video, membuat aplikasi, dan bahkan untuk gaming semuanya tersaji dalam satu maha karya luar biasa dari brand nomor satu di Indonesia dan Asia Tenggara. Dengan hadirnya ASUS X555QG di hadapan para mahasiswa seharusnya karya-karya besar akan segera bermunculan dan semakin membanggakan.
            Tidak hanya Dilan yang akan meramaikan dunia hiburan dan timeline social media, bukan hanya Raditya Dika yang akan memuncaki trending youtube di setiap pekan, tidak hanya Awkarin yang akan berkarya meraih kesuksesan ditengah cibiran, dan tidak hanya Go-Jek yang akan merajai pasar dagang, melainkan akan ada tokoh muda baru pencetus karya inspiratif pendobrak roda perekonomian. Harapan baru pasti akan muncul, masa depan bangsa yang cerah akan hadir jika para mahasiswanya mau berkarya dan mewujudkan karyanya. Dengan ditemani notebook ASUS X555QG nampaknya harapan dan masa depan tersebut tidaklah sulit untuk diwujudkan. Lalu masihkah kita akan terus diam tanpa menampilkan sebuah karya?
           Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD - Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com.

Komentar

  1. nyimak gan, baca juga https://johanirvani.blogspot.co.id/2018/01/untuk-kamu-dan-untuk-semua-orang.html

    BalasHapus
  2. Terima kasih telah berpartisipasi dalam Blog Competition ASUS AMD – Laptop for Everyone. Good luck yaaa…

    BalasHapus

Posting Komentar

Semboyan Kami

Semboyan Kami

Postingan Populer