Pesan Untuk Mahasiswa Yang Melawan Kebiasaan

Menarik, bagi sebagian mahasiswa rutinitas masuk kelas dan mengikuti perkuliahan menjadi sesuatu yang jarang atau bahkan tidak dilakukan. Padahal rutinitas tersebut merupakan sesuatu yang wajib. Bolos kelas dengan menitipkan presensi ke teman ataupun menempelkan jari ke mesin kehadiran kemudian pergi adalah suatu hal yang sering ditemukan. Alhasil sentimen burukpun didapatkan dari teman-teman sekitar yang mulai merindukan.

"Kamu tidak pernah di kelas. Sangat rajin."
"Masuk woy. Bolos mulu."
"Mau jadi apa gapernah kelas."

Seperti itulah beberapa penghakiman kepada mahasiswa yang jarang menampakan kehadirannya di dalam kelas. Well, mereka tidak sedang menghujat. Tetapi mereka sedang menampakan bentuk kepedulian. Aamiin.

Begini pesan saya.

Untuk yang kerap melakukannya.

Seharusnya kamu membuktikan kepada lingkunganmu bahwa yang dilakukan olehmu adalah suatu pilihan. Meninggalkan kelas bukan berarti meninggalkan pelajaran. Meninggalkan kelas adalah bentuk pilihan mengutamakan pembelajaran lain yang sedang kamu agungkan.

Menjadi salah, ketika kamu menanggapi penghakiman tersebut hanya dengan senyuman, anggukan, bahkan pengiyaan atas sebuah kesalahan. Dengan sedikit penjelasan tentang pandanganmu mengapa memilih demikian, maka kamu juga tengah membagi pelajaran. Bahwa sebenarnya yang dilakukan mahasiswa tidak seputar tentang menjalani kebiasaan, tetapi melawan kenyamanan juga menjadi sesuatu yang menarik untuk dilakukan. Buktikan !

Untuk yang tidak melakukan, namun melihat temannya berperilaku demikian.

Dengan kamu langsung memberikan penghakiman kepada mereka, bukan menjadi cerminan perilaku kebaikan. Justru yang kamu lakukan adalah tindakan pembodohan (minimal kepada diri sendiri).

Ingatkan saja dengan cara menanyakan apa yang dia lakukan. Dengan seperti itu maka yang muncul bukan penghakiman, tetapi lebih kepada dialog yang memberikan kebermanfaatan. Dengan cara seperti itu juga kamu akan saling mengerti sehingga dapat saling mendapat pembelajaran dari suatu penjelasan.

Mahasiswa bukan lagi manusia yang konyol dalam berpikir. Yakinlah apa yang dilakukan oleh seseorang (mahasiswa) pasti memiliki kebermanfaatan. Minimal bagi dirinya sendiri. Tidak semua hal bisa kita ketahui, maka tanyakanlah sebelum menghakimi suatu keadaan.

Saling menghargai itu ngga susah, kan?

Komentar

Semboyan Kami

Semboyan Kami

Postingan Populer