Kuliah Sambil Kerja?

Dulu saya sempat salah dalam berpikir, dimana saya menghakimi kawan saya yang bekerja menjadi seorang karyawan di pedagang kaki lima sembari berkuliah (kalo kamu baca ini, izinkan saya meminta minta maaf. Terimakasih sudah memberikan perspektif lain tentang hidup).

Dulu saya menganggap aktivitas menjadi seoarang mahasiswa adalah sesuatu yang mulia dan memiliki derajat kehidupan yang tinggi. Sehingga menjadi tidak layak jika seorang mahasiswa menjadi karyawan di pedagang pinggir jalan.

"Bro, malu-maluin kampus kalo kamu kerja jadi tukang masak!"
"Bro, malu-maluin orang tua udah biayain kuliah mahal malah kerja kaya gitu!"
"Bro, fokus kuliah aja. Ngapain kerja kaya begitu!"

Seperti itulah kalimat yang saya dan beberapa kawan lain lontarkan. Seakan kami menganggap bekerja menjadi karyawan kecil adalah kegiatan yang memalukan.

Sekarang saya sadar bahwa apa yang dulu tertanam dalam pikiran saya adalah konsep yang salah. Menjadi mahasiswa bukanlah menjadi seseorang dengan derajat tinggi yang layak untuk memelihara gengsi. Apalagi hanya hura-hura menghabiskan harta yang tak seberapa (itupun hasil kiriman orang tua).

Menjadi mahasiswa adalah menjadi manusia yang haus akan ilmu, haus akan pelajaran. Bukan justru menjadi manusia yang merugikan waktu karena lupa untuk memanfaatkannya.

Bagi mahasiswa yang aktif kuliah sambil bekerja (entah karyawan, bisnis, model, apapun asal halal), saya salut dengan kalian. Kalianlah yang sesungguhnya "siswa" berlabel "maha", karena kalian terus mecari ilmu dan pengalaman di dalam dan di luar kelas tanpa sambil memelihara gengsi. Masalah uang? Itu bonus dari apa yang kalian kerjakan.

Bagi mahasiswa yang masih memelihara gengsi, berhentilah. Coba tanyakan isi kepalamu, sudahkah kamu mengerti dan siap tentang bagaimana menjalani hidup?

Komentar

Semboyan Kami

Semboyan Kami

Postingan Populer